Saya tidak jago menggambar bagus.. imajinasi visual saya dalam menggambar juga dikatakan sangat lemah, karena saya lebih bisa menggambar dengan cara melihat dan mengamati objek yang akan digambar. Dari dulu, ketika saya diminta menggambar juga lebih sering melihat contoh untuk digambar. Akan tetapi, kalau diminta menggambar bebas tanpa contoh, saya merasa sulit menggambar seperti aslinya atau bahkan hasil gambarannya tidak karuan, jauh dari aslinya. Misal: menggambar sapi. Kalau harus spontan menggambar sapi, saya bahkan tidak bisa mengingat bentuk detail sapi itu bagaimana.. kalau kemudian diminta menggambarkan sapi secara bebas, alhasil  bentuknya tidak tampak seperti sapi.wkwkwkw.

Lalu, kenapa saya posting hasil gambaran saya ini?

Hari ini saya mendapatkan motivasi dan pelajaran positif dari gambar ini dan ingin berbagi dengan kamu, para pembaca blog saya. Menengok kembali ke belakang, tiga tahun terakhir (sejak awal tahun 2014) jujur saja saya menjadi lebih sering menggambar daripada tahun-tahun sebelumnya. Sekarang menjadi lebih sering karena menggambar menjadi sebuah kebutuhan saya untuk bidang usaha craft yang sedang saya kembangkan.

Awalnya saya merasa tidak pede karena sebenarnya saya tidak jago menggambar tetapi saya harus sering berdekatan dan kerjasama dengan desain dan gambar. Keduanya tidak bisa dipisahkan dari bidang saya. Saya masih ingat, awal-awal tahun 2014  saya hanya menggambar objek yang sederhana misal: buah, binatang, sayur, dan tokoh kartun. Itu saya buat untuk desain pembatas buku. Pelan-pelan saya terus menggambar hal-hal sederhana.

Hingga suatu hari ada seorang teman yang memesan bantal hias untuk kado pernikahan temannya. Saat itu dia memesan dengan custom gambar wajah seprti yang ada pada gambar desain undangan pernikahan temannya. Saat teman saat tanya "bisa nggak desainnya seperti ini?". Dengan yakin dan tanpa berpikir panjang saya langsung menjawab "bisa". Padahal, saya belum pernah membuat desain yang seperti itu. Tapi saat itu saya berpikir bahwa saya pasti bisa. Dan benar, setelah saya coba dan coba gambar lalu  aplikasikan ke jahit sulam, alhamdulillah berhasil. 

Saya pun kemudian aktif mengiklankan dan mempromosikan karya bantal sulam tersebut. Pelan-pelan, akhirnya satu per satu pesanan custom bantal datang. Mulai dari custom desain single, couple, triple, atau yang rumit-rumit. Dan, setelah melihat gambar ini saya berpikir bahwa ternyata semakin lama custom pesanan saya semakin macem-macem, aneh-aneh, unik-unik dan tingkat kerumitan desainnya semakin bertambah. Bukan marah atau malas sih, tapi justru ini membuat saya bersemangat. Itu artinya orang percaya dengan saya dan karya saya. Semakin saya mendapat pesanam dengan desain apapun, itu menjadi latihan untuk ketrampilan menggambar untuk saya. Bukankah untuk menjadi tajam pisau harus sering diasah dan digunakan?? Ibaratnya mungkin seperti itu.  Pun, ketrampilan menggambar dan jahit sulam saya sedang diuji. Semakin saya berhasil membuat desain dan jahit sulam dengan kerumitan tingkat 1, kemudian saya akan naik dengan kerumitan  tingkat 2, dan seterusnya. Alhamdulillah.

Selain itu, pengalaman desain gambar dan jahit sulam saya ini juga memberikan motivasi dan keyakinan kepada diri saya bahwa selama kita mau berusaha dan berjuang keras atas kemampuan/potensi diri, insyaAllah semua akan menjadi mungkin. Yang saya maksud ini adalah ranah tentang ketrampilan dan potensi diri ya.. Kecuali untuk  hal-hal yang memang di luar kuasa dan kehendak kita, semuanya hanya menjadi kehendak Tuhan, masalah mungkin dan tidak mungkin kita (manusia) tidak bisa menentukan.

Well, itulah pengalaman yang ingin saya bagi. Intinya, jangan berkecil hati atas kemampuan atau potensi yang kamu miliki. Latih, latih, dan terus berlatihlah insyaAllah kamu akan menemukan hal-hal yang menakjubkan pada dirimu. Seperti mengutip tulisan Thomas Edison: "Jika kita melakukan hal-hal yang mampu kita lakukan, kita akan dubuat kagum oleh diri kita sendiri.". Lakukan dan buktikan sendiri ya..


Btw, terima kasih sudah mau membaca tulisan ini, semoga bermanfaat. Untuk menghindari kesalahpahaman, bahwa yang saya tulis ini adalah proses pengalaman pribadi saya sendiri, dan mungkin tidak sama dengan pengalamanmu atau orang-orang yang ada di sekitarmu. Jadi, mohon maaf kalau tulisan ini mungkin tidak sepaham dengan pemahamanmu dan cara berpikirmu.

Oke, see you again! :)



Yogyakarta,
Dwi Ajeng Vye

0 Komentar