Kali ini saya mau sharing tentang pengalaman saya yang hingga kini selalu memotivasi saya untuk terus bersemangat menghadapi dan menjalani hidup. Ceritanya, dulu sewaktu saya masih kuliah, saya masih sering muncul kegelisahan dan kekhawatiran tentang masa depan ("saya akan jadi apa?" dan "saya akan bekerja di mana setelah lulus kuliah?"). Meskipun seorang perempuan, saya berpikir bahwa saya sebagai tetap perlu untuk memiliki kemandirian agar tidak terus bergantung pada orang lain (baca: laki-laki). Meskipun juga kata orang bahwa perempuan kelak ketika sudah menikah akan menjadi tanggungjawab laki-laki (suami), bagi saya perempuan tetap harus bisa mandiri dan produktif.

Lalu waktu demi waktu, proses demi proses pun saya lewati. Tuhan mempertemukan saya dengan lingkungan baru dan juga orang-orang baru yang begitu beragam profesi serta pola didik dan pola berpikirnya, dan saya menjadi bagian dari mereka. Sadar atau tidak, saya ternyata banyak belajar dari mereka. Tentang hidup, tentang diri sendiri, tentang alam, tentang apapun yang semuanya membuka pengetahuan dan pikiran saya. Kini, justru saya malah banyak berterimakasih kepada orang-orang siapapun dia yang sudah hadir dan memberikan banyak pengalaman, ilmu, pengetahuan, serta pertemanan dan kekeluargaan, dan semuanya, sehingga saya bisa memandang segalanya dengan lebih luas khususnya tentang hal yang saya tulis ini. Semoga Tuhan melancarkan hidup dan memberkahi dengan kebahagiaan dan kesejahteraan untuk kalian semua. Amin.

Pada akhirnya, semua pertanyaan saya terjawab dengan sederhana.  Selama kita masih bisa berpikir, selama kita masih bisa merasakan, selama kita mau mencari, selama kita memiliki, mau mengembangkan dan memaksimalkan skill dan potensi diri , dan apapun selama kita masih mau bergerak maka kita tak perlu khawatir tentang masa depan. Tuhan sudah memberikan bekal dan modal pada diri kita,  tinggal kemauan dan bagaimana kita memperlakukannya. Membiarkannya atau mengambilnya untuk kita syukuri dengan bekerjakeras memaksimalkan semuanya. Kita tak perlu mengkhawatirkan, karena setiap diri kita adalah istimewa. :)

Yogyakarta,
Dwi Ajeng Vye

0 Komentar